Definisi dan Kakteristik Disaudia


Definisi & Karakteristik Disaudia



Definisi

·         “ Dysudia is disorders of articulation, due to impairment of hearing “. ( American Speech and Hearing Association. 2000. 23 )

Artinya : “ Disaudia adalah gangguan artikulasi, karena adanya kerusakan pendengaran “.

·         “ Dysaudia is defective articulation associated with auditory feedback difficulties : may occur as a result of hearing loss” (L. Nicolosi, et al. 2004. 107 )

Artinya : “ disaudia adalah gangguan artikulasi yang berhubungan dengan kesulitan proses feedback auditori yang terjadi karena kehilangan pendengaran”.



Karakteristik
1.      The symptoms of hearing loss depend on the degree and nature of the disability. If a child presents with one or more of the following symptoms,
a.      Hearing assessment should be considered :
-          Deleyed language development
-          Delayed speech development
-          Asking for repetition
-          Not waking up to loud sounds
-          Not responding when called
-          Unable to locate a sound source
-          Places ear close to television or speaker or wants television or radio louder
-          Speech and language development has slowed down or caesed
-          Speech production has become less clear
-          Not noticing loud sounds in the environment such as an airplane or dog barking
( Ron B. Mitchell, et al, 2009. 16 )

Artinya :
Gejala – gejala gangguan pendengaran tergantung pada derajat dan sifat kecacatan. Jika seorang anak menunjukan satu atau lebih dari gejala berikut, pengkajian data pendengaran harus dipertimbangkan :
-          Keterlambatan perkembangan bahasa
-          Keterlambatan perkembangan wicara
-          Meminta pengulangan
-          Tidak bangun untuk suara keras
-          Tidak respon saat dipanggil
-          Tidak dapat menemukan sumber suara
-          Menempatkan telinga dekat televisi atau speaker atau meninggikan suara televise atau radio yang keras
-          Perkembangan bahasa bicara lamban atau berhenti
-          Produksi wicara menjadi kurang jelas
-          Tidak memperhatikan suara keras dalam lingkungan seperti pesawat terbang atau anjing mengonggong






2.      Karakteristik gangguan bahasa bicara pada gangguan mendengar menurut rubin (2012)

-          Vocabulary
Some children with hearing impairment tend to have reduced receptive and expressive vocabulary, difficulty with multiple meanings (e.g., write/right), and problems with figurative language. Some more recent studies, however, suggest that many children with to moderate hearing loss perform as well as their normal hearing peers.
-          Grammar (syntax)
Some children with hearing impairment tend to use shorter and simpler sentences, overuse specific sentence patterns (subject-verb-objec) even when inappropriate, infrequently use adverbs and conjunctions.
-          Convertional skills (pragmatics)
Some children with hearing impairment demonstrate a lack of knowledge concerning the rules of conversation. In addition, they have a limited use of communication repair straregies, which may affect their understanding of what someone else has said.
-          Speech production
Children with mild to moderate hearing loss tend to have fewer errors and more intelligible speech than children with more severe hearing problems with most errors in the producrion of high-frequency consonants (e.g., s, sh, ch) and blends. Some children with more severe hearing loss have historically demonstrated poor intelligibity, unpleasant voice quality, and problems correctly producing vowels as well as consonants.
Consonants production in hearing impaired children is generally characterized  by deletions and substitutions. Both initial and final consonant deletions are far more prevalent (Abraham. 1989)
Frequently occurring subtitutions include (1) confusion of voiced and voiceless cognates, (2) subtitutions of stops for fricatives and liquids, and (3) confusion between oral and nasal consonants (levitt & stromberg, 1983). Studies with children who are hard of hearing have reported that consonants produced with the blade of the tongue (t, d, s, z, ∫,,,) are more likely to be in errors. The affricates are ranked as most difficult for children who are profoundly hearing impaired as well as those who are hard of hearing.


-          Kosakata
Beberapa anak tunarungu cenderung memiliki keterbatasan kosakata dalam kemampuan reseptif dan ekspresifnya, kesulitan dengan kata yang memiliki beberapa makna (misalnya, menulis/kanan), dan kesulitan dengan bahasa kiasan. Namun, berdasarkan hasil penelitian menunjukan banyak anak dengan kelompok tuli ringan hingga sedang yang memiliki kemampuan seperti anak normal.


-          Tata bahasa
Beberapa  anak tunarung cenderung menngunakan kalimat lenih pendek dan sederhana, pola kalimat yang sering digunakan berpola (subjek-kata kerja-objek) walaupun tidak sesuai serta jarang menggunakan kata keterangan dan kata sambung / penghubung.
-          Keterampilan berbicara
Beberapa anak tunarungu menunjukan kurangnya pengetahuan berkaitan dengan aturan percakapan (misalnya, bagaimana mengubah topic atau mengakhiri percakapan). Selain itu mereka memiliki keterbatasan menggunakan strategi berkomunikasi senhingga mereka sulit untuk memahami pembicaraan lawan bicara.
-          Produksi bicara
Anak anak denga tinkat gangguan pendengaran ringan dan sedang cenderung memiliki kesalahan yang lebih sedikit dan berbica lebh dimengerti dari oada anak anak dengan tingkat gangguan pendengaran lebih parah dan sebagian besar kesalahan dalam produksi konsonan frekuensi tinggi (misalnya s, sh, ch) dan cluster. Beberapa  anak dengan tingkta gangguan pendengaran yang lebih berat secara historis memperlihatkan kejelasan bicara yang buruk, kualitas suara yang tidak menyenangkan, dan kesulitan memproduksi konsonan dan vocal secara benar.
Karakteristik gangguan artikulasi pada anak tuli biasanya banyak terjadi panghilangan dan penggantian  dan terjadi diwala dan diakhir kta, namun yang lebih banyak posisi konsonan yang diakhir. Frekuensi nya banyaknya terjadinya substitusi adanya kebingungan antara konsonan bersuara dengan tidak bersuara.
Konsonan stop dengan frikatif dan liquids serta antara konsonan nasal dan tidak nasal. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa anak dengan kurang dengan sulit memproduksi konsonan dengan POA lidah seperti  (t,d,s,z,∫) dan konsonan afrikatif.
(karakteristik rubin diterjemahkan oleh ibu Hikmatun Sa’diah A.Md.TW, M.Pd dalam buku ajar Dysaudia 2017)

Sumber :
Cyndy Stein-Rubin and Rence Fabus., A Guide to Clinical Assesment and Profesional  Report Writing in Speech –Language Pathology, First Edition, Delmar / Cengage Learning 2012

L. Nicolosi, E. Harryman, J. Kresheck. Terminology of Communication Disorders Speech – Language – Hearing. Baltimore : Williams & Wilkins. 2004

Ronald B. Mitcell. Kevin D. Pereira. Pediatric Hearing Assesment. Dalam buku Pediatric Otolaryngology For the Clinician. New York : Spingter Dordrecht Heidelberg London New York. Human Perss. 2009





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Definisi Dislogia